Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog "بسم الله" Terima kasih Ya Allah atas rizki yang telah Engkau berikan.

Minggu, 03 Juni 2012

Hidup Sehat Cara Rasulullah SAW

Kesehatan sangat mahal harganya, makananya dari itu kita harus bisa menjaga kesehatan. Berikut ini ada beberapa tips cara hidup sehat Rosululloh, selamat menyimak….
1. TIDUR DENGAN TERATUR
Beberapa kebiasaan rosululloh sebelum tidur adalah sebagai berikut:
Pertama, Sebelum tidur biasakan membersihkan diri dengan berwudhu’ dan bersiwak atau menggosok gigi.
Kedua, Tidur dengan memakai pakaian yang pantas, bukan pakaian yang menyiksa raga seperti ketat dan menyesakkan sehingga mengganggu ketentraman tidur.
Ketiga, Hendaklah tidur dengan posisi tidur miring ke kanan dan menghadap kiblat sebagaimana yang diajarkan nabi dalam sabdanya riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim, beliau bersabda, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”
Sedangkan tidur bertumpu pada sisi kiri badan berbahaya bagi kesehatan, karena dapat menghimpit posisi jantung akibatnya sirkulasi darah ke otak terganggu.
2. BANGUN TIDUR SEBELUM SUBUH
Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah.
Hal ini adalah cara yang selalu Rosululloh contohkan kepada kita untuk dapat diikuti.
Pada waktu Subuh, banyak terdapat gas ozon, hormon pertumbuhan, dan cortisol yang sangat berguna bagi kesehatan. Kadar gas ozon itu mengandung banyak oksigen yang mampu mencegah kerusakan paru-paru, tersumbatnya urat nadi, memperlancar peredaran darah, penyakit gula, asma, penuaan, alergi, penyakit jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, serta merangsang urat syaraf bekerja dengan baik.
3. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rosululloh Salallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jum’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
4. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Rosululloh Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)” (HR. Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.
5. GEMAR BERJALAN KAKI
Rosululloh Salallahu ‘alaihi wa sallam selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.
6. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan seorang Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Bahkan Rosululloh telah mengajarkan terapi yang tepat untuk menahan marah:
§  Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
§  Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
§  Segeralah berwudhu
§  Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
7. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
8. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan yang sangat tepat.
Itulah beberapa cara menjaga kesehatan yang diambil dari kebiasaan hidup Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Wallohu ‘alam…..

Mengumbar Pandangan Kepada Yang Diharamkan


Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa Puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, walaupun puasa seperti itu tetap sah, namun sungguh disayangkan kesempatan untuk mendapat pahala besar akan terlewatkan begitu saja jika kita hanya puas dengan hasil seperti itu Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga” (HR.Ath Thobroni)
Salah satu yang menyebabkan hilangnya pahala puasa kita adalah dikarenakan pandangan mata, mata memang anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan Alloh memberikan kecenderungan kepada setiap laki-laki untuk tertarik kepada lawan jenis Maka tak heran jika mata ini akan selalu tertarik dan tergoda untuk melihat pemandangan yang diharamkan untuk dilihat, terlebih lagi di zaman ini mayoritas wanita sudah kehilangan rasa malunya, mereka keluar rumah dengan mengenakan pakaian yang membuka aurat Mereka ada dimana-mana, di TV, di Internet, Koran, Majalah, di kendaraan umum, sekolah, kampus, terlebih lagi di jalanan atau pusat perbelanjaan Seolah-olah tak ada tempat di dunia ini yang tidak terdapat wanita yang membuka aurat, bahkan di masjid sekalipun ada saja wanita yang masih menampakkan kecantikannya, dengan jilbab modis dan parfumnya yang semerbak Tentu seorang Ikhwan atau laki-laki yang bijak tidak lantas hanya menyalahkan wanita yang membuatnya tergoda untuk memandang mereka, sebab sudah jelas bahwa para wanita yang membuka auratnya itu telah berdosa besar Maka tak heran jika Rosululloh bersabda: “Aku melihat kedalam surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang faqir dan aku menengok ke neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, seorang laki-laki dituntut untuk bisa menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Alloh, Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan atau kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya
Banyak sekali dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk menahan pandangan dan larangan untuk mengumbarnya Diantaranya adalah firman Alloh dalam Al-Quran surat An-Nur ayat ke 30-31 yang artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”
Dalam ayat tersebut, Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina. Disamping itu Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Diantaranya adalah dalam hadits yang diriwayatkan Dari Jabir bin Abdillah ra berkata: “Aku bertanya kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan tiba-tiba atau tanpa sengaja, lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya (HR. Muslim)
Maksudnya jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja
Dalam hadits lainnya beliau juga bersabda:
Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain Seorang laki-laki tidak boleh bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian (HR.Muslim, Ahmad, Abu Dawud & Tirmidzi)
Inilah diantara dalil yang menunjukan bahwa menahan pandangan adalah kewajiban bagi laki-laki terhadap wanita atau sebaliknya. Dan seperti yang telah disampaikan di awal tadi, bahwasanya untuk menahan pandangan di zaman ini tidak mudah, terutama bagi laki-laki, maka di bulan romadhon inilah saat yang tepat untuk melatih mata kita agar terbiasa untuk mengalihkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan berikut ini kami akan sampaikan beberapa dampak negatif dari mengumbar pandangan, semoga dengan mengetahui dampak negatif ini kita semakin waspada terhadap pandangan yang liar, adapun diantara Akibat Negatif tersebut adalah:
1. Rusaknya hati
Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya Seorang penyair berkata: Segala peristiwa bermula dari pandangan, dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil
2. Terancam jatuh kepada zina
Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan zina. Salah seorang Penyair berkata: Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.
3. Lupa ilmu
Imam Syafi’i berkata: Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalanku…
Sang guru mengarahkan dengan berkata: “Tinggalkanlah maksiat..!!..”
Diberitahukannya kepada sang murid bahwa ilmu itu cahaya,
Dan cahaya Alloh tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.
4. Pandangan yang liar Merusak sebagian amal
Hal ini sebagaimana Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya” Tentu saja  yang dimaksud membatalkan puasa di sini bukanlah batal secara hakikat,  namun maksudnya adalah merusak pahala puasa.
Inilah beberapa hal yang akan kita dapatkan jika membiarkan pandangan ini melihat hal-hal yang diharamkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan berikut ini juga kami akan coba berikan beberapa tips agar kita semua bisa menjaga pandangan ini Diantaranya adalah:
1.        Menghadirkan pengawasan Alloh dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati
1.        Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan, diantaranya adalah jangan berkunjung ke tempat yang didalamnya banyak wanita pembuka aurat seperti pusat-pusat perbelanjaan, dan jangan menonton tv
2.       Selalu mengingat akibat-akibat negatif dari mengumbar pandangan seperti yang sudah kami sebutkan tadi
3.        mengingat pahala dari Alloh bahwa dengan menjauhi larangan Alloh, kita akan mendapat kesempatan untuk masuk surga, dan disana terdapat bidadari yang cantik jelita
4.       Segera memalingkan pandangan ketika tanpa disengaja melihat yang haram
5.        Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal, yaitu pernikahan
6.       Bergaul dengan orang-orang shalih dan Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia
Inilah diantara hal-hal yang dapat membantu kita agar dapat menahan pandangan, terutama saat menjalankan ibadah shaum romadhon. Dan mungkin ini saja yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Dan semoga Alloh menerima ibadah puasa kita, amiin…. Wallohu ‘alam…..

Sabtu, 02 Juni 2012

Renungan Jum`at 2



Ada 2 tetesan yang sangan disukai Allah SWT :


1. Tetesan air mata yang menangis karena takut kepada Allah.
2. Tetesan darah yang berjuang di jalan Allah


Hidup sangat singkat seperti antara adzan dan shalat.
Lahir kita di adzankan dan meninggal di shalatkan.
Wajah cantik atau tampan akan pudar.
Harta banyak akan di tinggalkan.
Kekuatan akan hilang juga.
Hanya AMAL yang jadi kawan setia menemani kita...!    

Jumat, 01 Juni 2012

Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT



1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya



2. Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.



3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.


4. Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.



5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……

6. Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin…..



7a. Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.


7b. Bergaul dengan orang-orang sholeh.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.



8. Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.



9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca 
di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.


10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.


11. Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.


12. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT 
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.

Oleh : hamba Allah